Jihad bagi perempuan perspektif al-Qur'an
Abstrak
Penelitian yang dilakukan dikarenakan banyaknya pemahaman yang salah tentang sebuah jihad. Muncul gerakan yang mengatasnamakan jihad sebagai sebuah pembenaran akan tindakan yang muncul akan tetapi menyimpan. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, isu-isu tentang kesetaraan gender mulai menjadi pembahasan yang sangat menarik. Perempuan masa kini lebih banyak yang beraktivitas dan bekerja melayani publik dan mereka lebih merasa bangga apabila bekerja dan juga berkarir. Fokus dari permasalahan ini adalah 1.) Apakah yang dimaksud dengan jihad? . 2.) Bagaimana konsep tentang jihad bagi perempuan dalam Alquran?
Pembahasan
Dari sebuah fenomena kehidupan Islam modern Tak pernah lepas dari sebuah masalah, polemik, maupun kontroversi yang selalu menyatu dengan kehidupan ini titik salah satu dari sebuah masalah yang ada yakni tentang jihad yang seringkali mengundang banyak versi dan sebuah pertanyaan dari berbagai kalangan yang akhirnya nya mengundang sebuah kesalahpahaman dalam pelaksanaan dan prakteknya. Problematika umat Islam modern adalah problematika di mana zaman dan kemanusiaan pada masanya. Umat Islam memberikan solusi sesuai dengan norma agama dalam menghadapi problematika yang ada. Bukan semata untuk umat Islam saja, namun mencakup seluruh aspek dari sebuah kehidupan. Jihad adalah Doktrin Islam yang berkedudukan Sentral. Konsep tentang jihad telah banyak dikemukakan oleh para pakar yang menghasilkan pemahaman yang berbeda sesuai dengan konteks dan lingkungannya masing-masing.
Menurut Abdul Qodir Al Jaelani, jihad melingkupi berbagai aspek dari kehidupan muslim, baik dalam usaha mencapai tujuan akhir yang bersifat ideal dan vertikal yaitu ridho Allah Roma sedangkan tujuan kebahagiaan di dunia dan di akhirat yakni bersifat spiritual dan material. Jihad secara kebahasaan adalah perjuangan, pencurahan kemampuan, daya upaya dan tenaga sepenuh kekuatan dalam melakukan suatu perbuatan. Menurut istilah jihad adalah perjuangan orang beriman dengan mencurahkan segala kemampuan moril atau materiil, baik berupa tenaga pikiran, maupun harta benda dalam rangka menegakkan agama Allah.
Al-Quran sebagai rujukan dan pedoman umat menjadi pegangan dalam beraktivitas yang dinisbatkan kepada Allah dan juga termasuk fisabilillah. Dengan demikian, jihad dijalan Allah tidak terbatas pada jihad mengangkat senjata menghadapi non muslim dalam medan Juang, akan tetapi juga di dalamnya adalah sebuah perjuangan kehidupan yang layak sebagai makhluk yang memiliki fitrah yang suci dan digariskan oleh Tuhan sebagai seorang hamba. Alquran banyak menjelaskan tentang persoalan jihad, kata jihad di dalam Alquran disebutkan sebanyak 41 kali dengan berbagai bentuk. Disebutkan dalam Surat Al Ankabut ayat 69
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
Ayat di atas menjelaskan tentang sebuah janji yang diberikan oleh Allah untuk orang-orang Mukmin yang mau menyisihkan waktunya untuk berjihad di jalannya dengan mengorbankan jiwa dan hartanya serta menanggung siksaan dan dan rintangan. makna jihad di dalam ayat tersebut ialah bentuk menegakkan agama Allah, bukan hanya memerangi kaum kafir saja melainkan juga berarti mempertahankan agama dan memberantas kezoliman.
Sejak zaman Rasulullah perempuan selalu ikut berpartisipasi dalam perjuangan membela agama Allah. Hal tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan dari istri-istri nabi dalam beberapa peperangan yang ada, walaupun businya hanya sebatas pemelihara dan pendukung saja bukan untuk menjadi tentara perang. Alquran banyak membahas tentang perempuan dari berbagai sisi kehidupan, karena di dalam Alquran kedudukan antara perempuan dan laki-laki sama seperti yang dijelaskan Alquran surat at-taubah ayat 20
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Artinya: "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, persamaan dan kesetaraan di antara manusia. Yang menjadi tolak ukur posisi manusia dihadapan Tuhan adalah ketakwaan di dunia tidak peduli Dari mana asal usulnya, Apa warna kulitnya, Bagaimana strata sosialnya maupun jenis kelaminnya. Kedudukan perempuan dalam islam hampir sama dengan lelaki, kalaupun berbeda itu hanya dilihat dari tugas yang diberikan oleh tuhan kepadanya. Untuk saat ini jihad yang seharusnya dilakukan oleh perempuan itu adalah untuk mendidik 0ara generasi sesuai dengan fitrah yang telah diberikan oleh allah swt. Karena tidak akan ada satu orang pun yang mampu untuk menggantikan tugas mulia dari seorang wanita. Ditanganya ada yang bergantung terhadap masa depan umat manusia, maksudnya yakin menjaga anak, membantu suami, menjaga rumah, membentuk keluarga yang bahagia, penuh kasih sayang dan rahmat dari Allah swt.
Meski Seorang Istri bertugas memelihara rumah tangga, bukan berarti ia tidak diizinkan untuk bekerja, agama islam tidak pernah melarang hal itu, namun juga tidak menganjurkannya. Karena Quraisy Shihab menyatakan dalam buku syubuhat Haula al-islam, "perempuan pada zaman nabi pun bekerja, ketika kondisi menuntut mereka untuk bekerja. Masalahnya bukan terletak pada ada atau tidaknya hak mereka untuk bekerja. Masalahnya dalam islam tidak cenderung mendorong perempuan untuk keluar rumah kecuali untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat perlu, yang dibutuhkan oleh masyarakat, atau atas dasar kebutuhan perempuan tertentu. Seperti kebutuhan bekerja karena tidak ada yang membiayai hidupnya atau karena yang menanggung hidupnya tidak mampu mencukupi kebutuhannya".
Karena rumah adalah tempat terbaik yang diberikan oleh Allah untuk perempuan agar dapat menciptakan lingkungan yang baik dan generasi yang baik tumbuh disampingnya. Dan islam juga mewajibkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah sehingga memberikan kesempatan yang lebih Kepada perempuan untuk memberikan segalanya kepada buah hati yang dicintainya. Dan mempersiapkan tugas dalam kedudukannya sebagai seorang istri untuk membina sistem keluarga.
Kesimpulan
Jihad adalah segala macam bentuk perjuangan yang dilakukan guna mencapai keridhoan Allah baik dengan harta maupun jiwa. Didalam islam ketika perempuan ingin berjihad diperbolehkan saja namun tidak dianjurkan. Karena Allah telah memberikan rumah sebagai tempat terbaik untuk berjihan dengan cara membina rumah tangga agar selalu bahagia dan mendidik anak agar bisa menjadi penerus yang baik dan mapan.
Nice 👏
BalasHapus